buku kuno dalam tulisan tangan ), Paris Codex, dan Madrid Codex, yang juga dikenal sebagai Tro-Cortesianus.
Tulisan-tulisannya yang sudah berwarna kuning karena tua, masih belum sungguh-sungguh dapat dimengerti. Yang telah dapat dipecahkan adalah “system menurut nomer” mereka yang sangat baik, akan tetapi sederhana. Sahabat anehdidunia.com mereka menghitung dengan goresan-goresan, yang diberi titik-titik di atasnya. Satu titik sama dengan 1, tiga titik dengan 3, dst nya. Angka 5 digambarkan dengan sebuah goresan, sehingga angka 7 menjadi sebuah goresan ditambah dua titik diatasnya.
View the Original article
Free Search
Saturday, May 3, 2014
Wednesday, April 23, 2014
Misteri Gunung Kelud
Sementara itu, terkait dengan ritual sesaji yang digelar masyarakat lereng Gunung Kelud pada 2007 silam, tatkala ritual digelar, sesepuh Mbah Ronggo dalam ritualnya mendapati wangsit gaib. Yaitu berupa pesan terjadinya pertanda besar menyoal keberadaan Gunung Kelud yang terletak 40 kilometer dari kota Kediri yang memiliki keunikan di puncaknya, yakni berbentuk strato dengan danau kawah di tengahnya walaupun danau kawah itu saat ini telah berubah bentuk menjadi kubah lava. Wangsit tersebut mengatakan, “Le, sing ati-ati arep liwat Danyang Gunung Kelud,” tutur Mbah Ronggo mengenai pesan gaib yang merupakan pesan jika Gunung Kelud akan meletus.
Terbukti, tahun 2007 Gunung Kelud meletus dengan letusan terakhir bersifat efusif (mengalirkan material), berbeda dari latusan sebelumnya yang bersifat eksplosit (menyemburkan material). Akibat letusan terakhir, danau kawah Gunung Kelud yang berwarna hijau berubah menjadi kubah lava yang mengalirkan material berwarna hitam dari dalam perut gunung. Ketinggian kubah saat ini mencapai 250 meter dengan lebar sekitar 400 meter.
Sepanjang sejarahnya, gunung ini tercatat mengalami 29 kali letusan, baik eksplosif maupun efusif, mulai tahun 1000 sampai tahun 2007. Erupsi eksplosifnya mampu menghancurkan ratusan desa di sekitarnya, termasuk ribuan hektare lahan pertanian dan menewaskan ribuan warga. Sebagai gambaran, lima letusan terakhirnya saja memakan korban 5.400 jiwa.
Berdasarkan pengamatan letusan selama tiga abad berturut-turut, waktu istirahat terpanjang aktivitas dalam perut Gunung Kelud adalah 65-76 tahun, tetapi pernah pula hanya tiga tahun. Sejak letusan tahun 1901, waktu istirahat gunung itu menjadi lebih singkat, yaitu 15-31 tahun, bahkan pernah mencapai masa paling singkat, yaitu satu tahun.
Penunggu kawah Gunung Kelud
View the Original article
Friday, April 18, 2014
Hitori Kakurenbo Petak Umpet Hantu
Tips Lengkap 26 Posisi Bercinta Terbaik Dalam berhubungan dengan pasangan, mungkin terkadang muncul perasaan jenuh pada diri Anda atau pasangan Anda. Untuk itu perlu dilakuka...
View the Original article
View the Original article
Subscribe to:
Posts (Atom)